Minggu, 24 November 2013

Masa kecil

Masa kecil masa dimana kita belum mengenal apa-apa, masa dimana kita hanya mengenal bermain bermain dan bermain, banyak disekeliling kita yang kita kenal tapi mereka semuanya aku anggap biasa. Namun ada sebagian yang aku anggap luar biasa mereka selalu ada buat aku dan buat hidupku, kita lalui masa-masa kecil dengan penuh drama meskipun waktu itu aku tidak mengenal apa itu drama, namun sekarang aku baru tersadar apa aprti drama kehidupan yang sesungguhnya, dan setelah aku kembali menginggat kenangan itu ada satu keinginanku aku ingin melihat teman-temanku sukses dikelaknanti.
Awal dari semuanya akupun mengenal apa itu namanya teman, ditempat itu aku mengenal mereka diawal pertemuan itu taktahu apa yang ingin aku ucap, karna aku belum mengerti apapun, entah seberapa jauh aku mengenal mereka dan berapa jauh mereka mengenal aku, akan tetapi setelah beradaptasi seseorang akan menjadi sebuah kita karena adanya kebersamaan. Aku mengenal mereka berawal dipengajian dekat rumah disaat umurku kurang lebih 4thn sebelum aku masuk sekolah dasar (SD).
Banyak kenangan manis selama aku ngaji dari hal-hal yang aku tak mengerti hingga aku megerti, biasanya setelah pulang ngaji aku bermain dengan mereka ber5 banyak permainan yang kita mainkan kita lalui suka duka bersama, saat kita bermain bola team kita takterkalahkan, saat kita bermain layangan, bermain karambol, bermain kartu remi, bermain gundu baik main biasa atau yang di duitin, bermain ps1,2 dan masih banyak banget kita habiskan semuanya dengan bemain, dan saat bulan ramadhan tiba itu adalah bulan yang sangat bisa mempersatukan kita pada bulan itu ada berbagai macam hal yang kami lakukan bermain petasan, selama bulan puasa itu kita jarang banget puasa, perang sarung, ngabuburit, dan itu masih aku kenang hingga kapanpun.
Masa kecil memang sungguh indah bila kita kenang, jika saja sang waktu bias kembalikan kita kemasa seperti dahulu aku tidak ingin beranjak kemasa depan, namun sang pencipta sudah mengatur sekenarionya dengan sangat cantik kepada dirikita masing-masing untuk beranjak kemasa depan, yaitu masa setelah kita berpisah, setelah aku kehilangan 1 sahabat akupu takkuasa menahan air mata dan kesedihan yang aku alami, dia pergi untuk metlanjutkan sekolahnya dikampung halaman tempat ia dilahikan, dia ingin mengapai cita-citanya aku tak bias untuk menahannya karna itu jalan yang ia pilih, dan akhirnya ia pamit dia bilang ia akan kembali setelah lulus, setelah 3thn dia pergi meninggalkan kita dia memberika kabar. Dia akan kembali 1thn lagi, dan benar ia kembali bersama kita lagi tapi tidak butuh waktu lama iapun pergi lagi setelah dia tau kita semua ingin kuliah dan dia kembali kekampung halamannya untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi
 Waktu telah berlalu cukup lama akupun kehilangan 1 sahabat lagi, ia pergi dari kita karna mungkin dia telah memiliki teman yang jauh lebih baik dari kita. Akupun sedih setelah dia menginginkan kita untuk tidak bersam lagi karna itu keputusan yang dipilih olehnya, namun seirig berjalannya waktu aku mulai terbiasa dengan semua kehidupan ini, namun yang sampai saat ini yang membuat aku sedih sahabat aku yang ini, pergaulannya malah semakin rusak, aku taktahu harus berbuat apa aku buakan orang tuanya bahkan buakan keluarganya aku hanyalah teman diamasa kecilnya saja yang hanya bias mengenang dan meratapi kisah ini. Namun aku selalu berdoa untuk semuanya agar semuanya kembali ketitik normal mereka.
Dan aku hanya tinggal memiliki 2 sahabat yang sampai saat ini kita masih sering bertemu namun semua terasa hambar, dan seiring waktu berjalan akupun pergi meninggalkan mereka ber2 aku pergi karna ibuku membeli rumah didaerah tanggerang selatan yang jauh dari orang-orang yang aku kenal Dan aku memulai kehidupan yang baru disana. Waktu terus berjalan aku takbisa meninggalkan mereka seminggu sekali aku sempatkan bertemu mereka ber2 namun semua terasa biasa kita pun sibuk dengan urusan kita masing-masing dan akhirnya aku melanjutkan sekolah didaerah dekat rumahku.

Pada akhirnya kitapun saat ini berjalan sendiri-sendiri tanpa ada bayangan untuk kembali tapi aku yakin pasti nanti kita bakal dipertemukan kembali, aku tidak akan lupa dengan semuanya yang kita telah lewati bersama suka duka kita rangkum menjadi sebuah kegembiraan, jalan yang kita ambil itu keputusan dan takdir kita, mungkin aku taktau kalian masih ingat atau tidak kisah yang pernah kita lewati bersama-sama ditempat itu diwaktu itu dan dimasa kecil itu. Terimakasih kalian telah memberikanku banyak cerita yang indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar